"Harapan Tak Pernah Mati"
Harapan tak pernah mati, meski pemiliknya benar-benar mati.
Pernah berharap tentang harapan, yang semoga harapan tersebut tidak menjadi sekedar harapan.
Dimulai dari semangat yang menyeruak dalam denyut nadi, menggebu hingga beradu, membumbung hingga ke segala penjuru. Harapannya jelas, semoga semangat itu abadi, tidak hanya singgah sebagai sampah. Ternyata, ketika sedang berharap ia lupa bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, kecuali harapan.
Harapan memantik segalanya. semangat, mimpi, sebuah usaha yang lebih keras, dan masih banyak lagi. Ia juga menjadi salah satu alat pemompa semangat yang sejatinya naik turun, sabagai bahan bakar untuk mengejar mimpi yang kata tetengganya tarlalu tinggi.
Setelah bertapa dalam kesunyian perjalanan menemukan harapan, matanya mengeja segala keadaan dan kejadian yang ada maupun sekedar melintas, otaknya memilah hal yang layak untuk di konsumsi hati, akal dan perut.
Perjalanan mengejarkan banyak hal, tentang yang bisa maupun yang bisu. membuatnya menggugu apa yang pantas di gugu, kemudian meniru apa yang pantas ditiru. ia mulai berguru pada apapun dan siapapun.
Sekarang ia telah menemukan harapan, tepat ketika matahari terbit. Ia menjadi tau bahwa ada maksud Tuhan mengapa ia diciptakan, tidak hanya sekedar ada lalu mati tanpa arti. Bukankah seorang ibu melahirkan anaknya pun sejak dalam kandungan telah memiliki pengharapan, bahwa anaknya akan menjadi dan menjaga, yang tujuannya tergantung cara berfikir orang tuanya. Secara tidak langsung orang tua mewariskan harapan pada anaknya, kemudian sang anak besar dengan sebuah pengharapan, dan mati dengan berharap, lalu si anak menurunkan harapanya pada anaknya, lahirlah harapan baru, begitu seterusnya adalah fase yang sering terlupakan.
Tak ada yang salah dari harapan, sekalipun kata tetengganya terlalu tinggi, karena akan jatuh di antara gemintang, asal kita tak salah melabuhkan harapan, karena hanya pada Tuhan pengharapan yang tak pernah dan tak akan mengecewakan.
-nqt
@nq.to
sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&ved=2ahUKEwi4oLbRq6zgAhVViXAKHUMrBx0QjRx6BAgBEAU&url=http%3A%2F%2Fwww.flpkalbar.com%2F2015%2F03%2Fgemintang-petang.html&psig=AOvVaw3RD9wKLoMDil02P4wZZb4f&ust=1549722267868640